Ritual, Parade, dan Energi Magis Menyambut Nyepi
Kesanga Festival adalah salah satu tradisi spiritual dan budaya yang paling dinanti-nantikan di Bali. Menyambut Hari Raya Nyepi, Kesanga Festival 2025 akan digelar dengan penuh semangat, kreativitas, dan kekhidmatan. Festival ini dikenal karena menampilkan parade Ogoh-Ogoh yang megah dan penuh filosofi.
Apa Itu Kesanga Festival?
Kesanga Festival adalah rangkaian acara budaya yang digelar sehari sebelum Hari Raya Nyepi, bertepatan dengan Tilem Kesanga dalam kalender Bali. Festival ini mencerminkan pembersihan alam semesta dari energi negatif dan simbol kemenangan dharma (kebaikan) atas adharma (kejahatan).
Inti dari Kesanga Festival adalah pawai Ogoh-Ogoh, yaitu boneka raksasa berwujud menyeramkan yang dibuat oleh para pemuda banjar sebagai simbol roh jahat.
Jadwal Kesanga Festival 2025
Pemerintah Provinsi Bali telah menetapkan jadwal Kesanga Festival tahun ini jatuh pada:
-
Hari Selasa, 25 Maret 2025 (sehari sebelum Hari Nyepi pada 26 Maret 2025)
Adapun kegiatan utama festival meliputi:
-
Pagi hari: Pembersihan pura dan rumah (melasti kecil)
-
Sore hari pukul 17.00 WITA: Persiapan pawai Ogoh-Ogoh
-
Pukul 18.30–22.00 WITA: Parade Ogoh-Ogoh di seluruh wilayah banjar
-
Pukul 22.30 WITA: Pembakaran Ogoh-Ogoh sebagai penutup dan simbol pengusiran roh jahat
Lokasi Parade dan Daya Tarik Wisata
Parade Ogoh-Ogoh terbesar akan digelar di:
-
Lapangan Puputan Renon, Denpasar
-
Simpang Dewa Ruci, Kuta
-
Taman Ayun, Mengwi
-
Ubud Center
Festival ini menjadi daya tarik wisatawan domestik dan mancanegara. Hotel-hotel di Bali bahkan melaporkan tingkat okupansi meningkat hingga 90% menjelang Hari Raya Nyepi.
Keterlibatan Generasi Muda dan Budaya Lokal
Pemuda banjar berperan aktif dalam merancang dan membangun Ogoh-Ogoh. Mereka bekerja sama selama berbulan-bulan untuk menciptakan karya seni yang monumental dan penuh makna. Kesanga Festival bukan hanya seremoni, tapi juga ruang edukasi bagi generasi muda untuk memahami dan menjaga tradisi leluhur.
Himbauan Pemerintah
Gubernur Bali menghimbau seluruh masyarakat untuk menjaga ketertiban dan keamanan selama festival berlangsung. Ia juga meminta agar penggunaan bahan ramah lingkungan dalam pembuatan Ogoh-Ogoh terus ditingkatkan.
Kesimpulan
Kesanga Festival 2025 adalah momentum budaya yang penuh makna spiritual dan sosial. Dengan semangat kebersamaan, festival ini tidak hanya menjadi bagian dari kalender keagamaan, tetapi juga menjadi salah satu kekayaan budaya Bali yang patut dijaga dan dilestarikan. Jangan lewatkan kesempatan menyaksikan parade Ogoh-Ogoh yang spektakuler dan meresapi makna di baliknya!